Oleh
: Tri Sugianto H. Sumani
Pemuda sebagaimana yang telah kita
ketahui, sangatlah memiliki peranan penting bagi tumbuh dan berkembangnya
sebuah negara dimasa yang akan datang. Di pundak para pemudalah cita-cita dan
harapan bangsa diletakkan.
Ditengah gencarnya persaingan di era
globalisasi, baik dalam hal keilmuan ataupun teknologi, ternyata tidak selalu
berdampak positif bagi kaum muda yang mana dalam masa pertumbuhannya, seorang
pemuda terkesan sangatlah mudah penasaran dan tertantang atas berbagai
perkembangan teknologi yang masuk dengan cepat dan kerap menyajikan berbagai
budaya-budaya baru yang ternyata dapat merusak mental berpikir juga sikap
seorang pemuda jika tidak ditanggapinya dengan bijaksana. Seharusnya, dengan
usia yang masih muda serta tenaga yang cukup kuat, pemuda diharapkan dapat
menjadi ladang intelektual yang sekiranya dapat melahirkan berbagai inofativ
serta kreaktivitas. Namun alangkah malangnya, bahkan mungkin sebagian orang
telah menganggap sebagai kemustahilan jika kemajuan serta kesejahteraan negara
disandarkan pada kaum muda. Hal ini bukan tanpa sebab, melihat kondisi hari ini
dengan berbagai tawaran kehidupan yang begitu kompleks, sehingganya mendorong
perubahan sikap dari kaum muda yang seharusnya memegang teguh sifat gotong
royong sebagai sebuah identitas dari berangkatnya persatuan dan kesatuan yang
dahulu kala dipegang teguh oleh kaum muda.
Berbagai perspektif diatas adalah
gambaran dari akar dan bakal tumbuhnya sikap-sikap apatis dalam tubuh setiap
pemuda. Bahkan lebih berbahayanya lagi pemuda yang seharusnya menjadi lokomotif
atau penggerak bagi perubahan kehidupan bangsa dan negara, hari ini malah
sangat nyata mengkonsumsi berbagai gaya hidup kaum-kaum kapitalis dan itu
adalah hasil dari dampak lingkungan sosial politik di negara ini yang terkesan
praktis, atau dalam hal ini lebih sering dikenal dengan Money Politic (politik
uang).
Lahirnya perspektif diatas merupakan
bagian dari gagalnya negara dalam menyajikan pendidikan politik kepada
masyarakat secara umum dan pemuda secara khusus. Ketidakmampuan negara dalam
mengakomodir gaya berpolitik bahkan gaya hidup yang masuk dari pintu-pintu
modernisasi adalah jalan menuju gagalnya kaum muda dikemudian hari untuk
mewujudkan cita-cita perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yakni
mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.
Perubahan sikap yang terkesan apatis
dari pemuda juga akan menyebabkan lahirnya sifat-sifat individual yang akan
berdampak pada masa depan negara jika kemudian mereka nantinya menjadi
pemimpin, karena pemuda yang tumbuh dengan sifat individual hanya akan
memperkaya dirinya sendiri jika dikemudian menduduki jabatan penting dalam
sebuah sistem pemerintahan negeri ini. Ini adalah bagian dari merosotnya moral
yang berdampak pada ketidakmampuan kaum muda dalam memanfaatkan SDM (Sumber
Daya Manusia) yang dimilikinya dan pastinya hal ini akan berdampak pula pada
ketidakmampuan mengelola Sumber Daya Alam yang ada.
Oleh karena itu sudah sepantasnya
jika para pemuda mendapatkan perhatian lebih dari negara, dalam hal ini negara
harus dapat menyediakan berbagai fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan
keahlian para pemuda dan juga negara diharapkan dapat membuka ruang untuk
menampung berbagai ide-ide serta kekayaan intelektual yang dimiliki oleh para
pemuda, dalam hal ini semisal dalam bentuk sikap apresiasi, sehingganya para
pemuda tetap senantiasa melakukan hal-hal yang sifatnya produktif. Juga
diharapkan negara dapat memberikan pendidikan sosial politik yang baik
terhadap para pemuda, mungkin dalam hal ini partai politik harus mengambil
peran, karena mengingat salah satu fungsi partai politik adalah memberikan
pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
Sehingganya jika negara mampu
mengakomodir segala kemungkinan atas rusaknya moral pemuda, maka dapat
dipastikan bahwa para pemuda dikemudian hari akan lebih siap dalam menjalankan
perannya demi tercapainya kemajuan serta kesejahteraan Indonesia meski
diperhadapkan dengan perkembangan globalisasi yang begitu kuat. Dengan begitu
dapat dipastikan bahwa dimasa yang akan datang, Indonesia akan lebih mampu
bersaing dengan negara lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar