Postingan Populer

Selasa, 05 Agustus 2025

Padamu, Jatuh Cinta Paling Sederhana

Benar kata orang. Semakin dewasa, kita justru semakin rumit memahami berbagai hal. Kita berjalanan pada rel masing-masing, tak saling curi pandang apalagi merayu. Tapi perlahan tertawan tanpa ampun. Aku bahkan sekilas lupa bagaimana saat pertama kita jumpa, tak ada bicara, setiap dari kita (kau dan aku) sibuk pada tanggungjawab masing-masing. 

Disebuah pagelaran yang sederhana. Sungguh, aku tak pernah menyangka itu akan menjadi perkara perasaan dikemudian hari. Kita benar-benar tak saling kenal sebelumnya. Hanya sebuah pertemanan tanpa arah di Instagram. Celakanya, aku tak pernah menyadari, bahwa menunggu Story-mu akan menjadi pertaruhan perasaanku di hari ini.

Aku selalu gagal menemukan momen yang tepat untuk berbagi pesan. Tapi tidak dengan malam itu, rasa penasaran telah menjelma ketertarikan yang niscaya akan membunuhku jika tak secepatnya kuutarakan. Aku tertarik padamu, cinta padamu atau apalah itu bahasa yang tepat untuk mengungkapkan ketidakberdayaan ini. Dan kau, seperti perkiraannku. Kau tidak pernah menyangka jika semua terjadi secepat kilat, mungkin kau belum bersiap diri dengan jawaban-jawabanmu. Itu wajar, sebab pasti kau mengira aku hanya sedang bermain-main. Namun nyatanya kau keliru, aku benar-benar jatuh hati padamu. 

Dihadapanmu, aku tak ingin terkesan memaksa, sebab cinta seharusnya memerdekakan yang dicintai. Maka dengan penuh sadar, aku memilih mencintaimu dengan sangat sederhana, dengan bahasa yang bahkan tak membuatmu terkesima. Aku ingin bicara dengan bahasa kejujuran, agar sekalipun tak berjawab, aku tetap menjadi pengagummu.

Rabu, 09 Juli 2025

BOM WAKTU

Hai, semoga catatan ini sampai padamu juga. 

Aku tak tahu harus menulisnya dari mana. Sumpah mampus, ini tak pernah kurencanakan sebelumnya. Aneh rasanya tatkala kau muncul sebagai list satu-satunya dalam pencarianku. Kau bukan tipikal yang kuingini. Semisal; aku lebih suka yang sedikit cerewet, sementara kau tawarkan diam. Mungkin jika kita terjebak dalam ruangan yang sama, semuanya akan membeku.

Aku tahu kau bukan orang yang inginkan validasi berlebih, kau melewati harimu sesederhana mungkin, kau tunduk pada aturan-aturan yang jika itu terjadi padaku, sudah pasti pemberontakan jadinya.

Kau tahu, perasaan ini sedikit rumit. Aku tak punya solusi agar semua ini mereda. Tak ada jalan. Hanya kebuntuan tatkala hendak mengutarakan semuanya. Siapa aku? Begitupun dengan kau. Mungkin kita akan dengan pertanyaan yang sama. Masa iya? Akh, betapa aku tak punyai daya upaya dalam keterjebakan ini.

Aneh rasanya perasaan ini bisa tumbuh semaunya. Mati-matian kutemukan alasan untuk menyatakan bahwa ini semua kebohongan semata. Tapi semakin ku berusaha, semakin aku terjebak di dalamnya.

Terakhir, maaf akhir-akhir ini aku sering berselancar ke beranda media sosialmu, berharap menemukan sesuatu sebagai alasan agar kita dapat bicara.

Senin, 02 Desember 2024

Cinta Tak Pernah Disengaja

 Aku tak pernah membaca setiap baris pertemuan kita. Bagiku, itu adalah hal yang paling mustahil kupikirkan. Kita, dua orang asing yang disibukkan dengan luka lama masing-masing. Mempersibuk diri agar tak tersandera kenangan. Berupaya menerima kenyataan, meski dikedalaman hati, ada sepi yang berontak.

Kau adalah sebidang senyum sederhana, ia tak menawan mataku begitu lama. Tapi diingatan, sosokmu berlalu-lalang tanpa peduli waktu. Bohong, jika aku hanya ingin sebatas mengenalmu. Setiap kali wajahmu mampir diberanda "medsosku", debar dadaku semakin tak tertahan. Ada kecamuk perasaan suka disana.

Puncaknya, di Minggu malam yang damai. Ku tumpahkan juga segalanya. Kau boleh tak percaya, tapi ini serius setengah mampus. Jika tak ku utarakan cintaku, niscaya esok aku akan musnah karenanya.

Tak perlu risau, mari berjalan tanpa takut. Serumit apapun pelayaranmu, badai sekalipun yang akan kau lalui, sertakan aku bersamamu. Entahlah, tapi penglihatanku berkata lain. Kau bukanlah perempuan yang hanya bermahkotakan bunga, lebih dari itu. Kau telah terbiasa berdarah-darah dalam diam. Jika detak jantung kita seirama, jadikan aku bagian dari perisaimu, dan mari berjalan bersama dalam cerita baru tanpa haru. 

Satu hal yang pasti, sejak detik ini, aku telah mencintaimu.

Kamis, 06 Juni 2024

Yang Tersisa Dari Perpisahan

Hampir saja aku mencantumkan kisah kita dalam keabadian, dalam serangkaian karya yang sepenuhnya tentang kamu. Sayang, patah lebih cepat dari yang kuharapkan. Hai, apa kabar? Kurang lebih tiga bulan berlalu semenjak terakhir kali kita bicara sebagai sepasang hati yang saling menguatkan. Memang setelahnya sempat beberapa kali berupaya bertukar kabar, tapi kebencian telah meraja, kau berubah layaknya penyihir agung yang mengutuk setiap upayaku memperbaiki makna perkenalan. Katamu, aku disandra ambigu tak berkesudahan, hal yang membuatmu merasa kian terabaikan hingga puncaknya amarahmu tak lagi terbendung, meledak-ledak dan ditutup dengan salam perpisahan.


Barangkali aku memang terlampau egois, membiarkanmu berjalan seorang diri dalam ketidakpastian cinta. Hmm, padahal setahun lagi kita akan sampai pada janji itu. Apa boleh dikata, pergimu perlahan kumaknai sebagai alasan bahwa ternyata semesta menginginkanku untuk berjalan lebih jauh lagi, memenuhi segala upaya yang kerap kau sebut sebagai cita-cita mulia sebagai ungkapan dari rasa banggamu terhadapku. 

Benar katamu, kita tak akan pernah seakrab dulu, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mematahkan segala keraguan. Tiga tahun lebih bukanlah waktu yang singkat, dan kaupun tahu bahwa aku tak sebegitu bergairahnya untuk mengeja waktu. Bagiku, cepat atau lambat, kebersamaan hanya akan kuhargai jika ada kerikatan pikiran dan perasaan didalamnya. Tak ada tawar menawar soal itu.

Lewat catatan ini, aku hanya ingin mengutarakan pesan yang sempat tertahan. Setumpuk kesan atas perjalanan kita yang kini kutempatkan sebagai pelajaran agar lebih menghargai apa yang kumiliki saat ini, lebih memperhatikan orang-orang yang terlampau peduli terhadapku. 

Terima kasih, seperti katamu, akan tiba masanya kita saling jatuh cinta lagi, tapi tentu dengan orang yang berbeda, kau dengan lelaki terbaik, begitupun aku dengan perempuan yang entah siapa, yang pastinya bukan kamu.

#catatankolong

Sabtu, 26 November 2022

Aku Belantara dalam Petualangan Hatimu



Perasaan mana yang tidak kita teguk dengan sungguh? Suka duka telah menjelma identitas kisah ini. Sudah betapa sering kita terseok-seok tatkala benturan-benturan mengharuskan kita untuk berjuang hingga aku tahu hatimu ikut berdarah-darah.

Maafkan aku. Tapi memahami cinta memang tak semudah aku mengucapkannya. Meski puisi-puisiku begitu romantis dimata orang-orang, tapi tentu kau lebih tahu bahwa aku selalu gagal memaknainya. 

Aku lelaki sunyi dalam pencarian cinta. Hingga pada waktu yang dijanjikan, kau datang tawarkan sebongkah hatimu yang tulus untuk kucabik-cabik haru. Maafkan aku.

Bertahun-tahun berlalu. Tapi aku masih saja gagal memahamimu, bukan kamu yang salah atau juga aku yang keliru. Barangkali beginilah adanya takdir yang disematkan pada kebersamaan kita.

Jika kelak hatimu semakin gusar dengan pertanyaan-pertanyaan perihal kejelasan cintaku, maka pulanglah pada kedalaman hatimu. Apa yang akan kau temui, itulah yang harus kau lakukan. Sekalipun itu tentang harus mengakhiri kisah denganku.

Berhari-hari airmatamu masih basah, tak ada jemariku disana. Bahkan ia semakin menderas karena aku. Tak ada yang berlebihan, ini benar adanya. Tapi begitu tabahnya engkau, berpaling saja enggan kau lakukan, meski jelas lukamu kian menganga bersamaku. Maafkan aku.


Jika kelak kau tetap kuat dan bertahan meski kian dirajam rasa sakit dariku, maka izinkan aku abadi bersamamu.

Maafkan aku...

Rantaulah ke dadaku kekasih
Ilustrasikan semua kemarahanmu di sana
Resah mana yang tak sempat ku baca
Ingin rasanya berakhir bersamamu
Nestapamu kian menjadi, maka maafkan aku

Catatan ini teruntukmu...




Kamis, 23 Juni 2022

SETELAH KESEDIHANMU USAI, PERASAANKU TEMUI MATI.

 "Berada di dadamu, aku menjelma debar yang barangkali tak kau ingini namun tetap juga kau dibawa berlari kemanapun."


Hari ini, setelah sekian airmata menderas. Tiada kata lagi. Suaramu habis dilahap kecewa juga amarah. Tak lagi menyangkal, yah aku salah. Tapi adakah kita harus berulang kali terjebak pada paham-paham liar, yang memandang cinta pada sebatas keindahan saja. Tak bisakah kau temui cinta yang teramat dalam dari perjuanganku hari ini?

Aku tau kecewa. Bagiku itu kenyataan yang harus ku terima. Tujuan membuatmu terbebas dari dilema berkepanjangan yang telah membunuh rasa percayamu, eh malah membuatmu ingin mati saja hari ini.


Tapi apapun itu terima kasih atas semuanya...


Senin, 18 April 2022

Cinta Haruslah Kedamaian

 Perjalanan manusia dalam mengarungi ketidakteraturan hidupnya adalah mencari keabadian cinta-Nya. Namun cinta itu sendiri melahirkan dua jalan, baik lahir secara internal (dari dalam diri sendiri) atau bersumber dari objek eksternal (dari orang lain). Sehingganya cinta diperluas dalam dua sikap yang berbeda namun juga sekaligus sama, mencintai dan dicintai.

Memahami cinta tak semudah menerjemahkan cinta. Kita dapat dengan begitu mudahnya menerjemahkan cinta dalam sikap mencintai, akan tetapi tidak begitu khatam dalam memahaminya. 



Perjalanan cinta yang telah banyak dikisahkan oleh para pengagumnya selalu saja digambarkan sebagai satu bentuk sikap lugas dalam memperjuangkan. Perjuangan cinta adalah sama halnya dengan mengorbankan segalanya sebagai upaya mewujudkan sikap mencintai. Ketika seseorang benar-benar telah jatuh cinta maka segalanya hanyalah untuknya (objek yang dicintai) dan bukan lagi berharap lebih untuk keuntungan dirinya sendiri. Sehingganya cinta melahirkan kedamaian bagi dirinya karena segala hasrat perasaan untuk memperjuangkan sesuatu yang ia cintai telah terpenuhi.

Maka adalah satu ketidakwajaran jika seseorang yang katanya mencintaimu namun terus menorehkan luka padamu. Namun juga segala sikap yang diperoleh dalam mencintai atau  pun dicintai tak selamanya dihadapkan dengan kebahagiaan pada jalan menuju kedamaian. Melainkan sebuah jalan dalam arena peperangan antara rasa dan realitas. Akan tetapi kepercayaan atas cinta akan selalu berakhir dengan kedamaian bagi para pecinta.


Selamat jatuh cinta....