Postingan Populer

Minggu, 17 Oktober 2021

MEMBACA KELAHIRAN, MENGIMANI KETETAPAN

 Minggu, 18 0ktober 1998. Hari itu segalanya dipertaruhkan untuk ketiga kalinya oleh perempuan itu. Tuhan memilih rahimnya sebagai takdir bagi seorang anak lelaki yang kerap menitikan airmatanya.

22 tahun berlalu dalam perjalanan, meninggalkan suka-duka dalam catatan hitam kehidupan. Kini anak lelakinya bertumbuh dewasa, menjadi anak panah yang siap melesat pada setiap ketetapan semesta. Begitu pula dengan airmatanya yang telah diwariskan sepenuhnya pada dada anak lelaki itu.

17 Oktober 2021. Malam senin yang sakti. Meruntuhkan ego, melesatkan doa-doa menembus keperkasaan langit. Benteng-benteng amarah melebur, lepas tanpa sebab. Menghitung mundur setiap detak jarum jam, membaca detik-detik penuh arti.

Aku anak lelaki itu. Menemui 23 tahun takdirku disematkan. Cinta adalah nikmat tak terkira. Perempuan itu yang adalah Ibu, merupakan bukti kasih terdalam dari Sang Maha Esa.

Terima kasih atas takdir yang kau imani dan harap kebaikan yang senantiasa kau langitkan untukku.


Cttn: Tulisan ini melengkapi rindu tak terkira pada dia (Ibu) yang telah dengan tulusnya menjadi rumah bagi segala bentuk suka duka perjalanan.