Sabtu, 05 Juni 2021

Teruntuk Sahabatku Yang Dipenjarai akal



Oleh : Tri H. Sumani


Tulisan ini sengaja ku tujukan untukmu, yah untukmu saja. Mungkin kau adalah salah seorang yang kiranya telah menyatukan paham dan rasa denganku. Maka izinkan aku menegurmu, karena bagiku itu ialah kewajibanku sebagai orang yang pastinya masih kau pandang sayang.


Bacalah...

Tahun-tahun kemarin telah kita benamkan segala sesal dalam-dalam, melakukan ritual penyerahan sepenuhnya tanpa melupakan tugas lainnya yaitu berusaha. Seharusnya kau dapat pahami itu, karena akupun percaya bahwa kau telah paham. 


Semestinya kau kembali merefleksi setiap janji terhadap dirimu sendiri, adakah yang telah kau ingkari hari ini sehingganya amarah tak dapat kau kendalikan lagi? 

Semestinya kau kembali mewaraskan diri, bahwa nahkoda terbaik ialah hati yang bersih dengan tidak  mencemarinya dengan berbagai tingkah yang telah lewati batas.


"Ingat, Jangan lupa jalan pulang". Seharusnya kau tahu makna dari kata itu dan senantiasa memberikan ruang bagi hati untuk terus terpatri pada yang satu.


Segala yang terjadi telah menjadi ketetapannya, tugasmu adalah membaca apa SEBAB sehingga muncul AKIBAT.


Cobalah lebih dalam lagi arungi malam, jangan berhenti sebelum bias fajar nampak dipelupuk matamu. Jauhkan dirimu dari segala tipu daya akal yang mungkin juga telah menjadi istana bagi iblis untuk bertahkta.


Kiranya cukup itu untukmu, aku tahu yang kau hadapi cukup berat dimatamu. Namun tidak jika senantiasa kau tetapkan pada-NYA yang merupakan penentu segala asal muasal.


Ini adalah bentuk sayangku untukmu, bentuk sayang seorang sahabat, bentuk sayang seorang saudara, bentuk sayang seorang manusia atas manusia lainnya.


Tak perlu kusebut namamu, karena jika pesan ini sampai pada berandamu maka kau akan menyadari bahwa pesan ini untukmu.


#lestarikankewarasan #lestarikancinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar