Minggu, 05 September 2021

Tak Perlu Berbuat Baik. Kau Bukan Tuhan





Kebaikan adalah kata yang sepenuhnya menjadi milik Tuhan, dalam kehidupan yang sarat akan berbagai macam pemikiran dan dokrin-dokrin eksistensial, kebaikan malah dipertuhankan oleh manusia-manusia yang berkhayal serupa malaikat. 

Membicarakan kebaikan sama halnya membicarakan kekosongan, sebatas kesia-siaan. Tak ada yang berharga dari setiap tindakan-tindakan yang mengedepankan kebaikan atas orang lain. Setiap orang yang melakukan kebaikan adalah orang-orang yang justru secara nyata mempertontonkan dirinya serupa makhluk tak kasat mata yang kemudian disebut malaikat. Mereka yang senantiasa berbuat baik pada dasarnya hanya peduli atas keselamatan dirinya sendiri pada saat persaksian itu tiba.
 
Bumi adalah buah hasil persetubuhan haram antara surga dan neraka (kebaikan dan keburukan), sementara manusia adalah objek eksperimen yang kemudian dilepas liarkan dengan berbekal akal untuk membaca sejauh mana kebaikan Tuhan sehingganya wajib untuk disembah dan sejauh mana keburukan dirinya sendiri untuk tetap senantiasa menghambakan diri pada Sang Maha Baik (Tuhan).

Sekali lagi, kebaikan hanyalah kekosongan. Sebagai manusia, kita tak seharusnya berbuat baik atas sesama. Kebaikan yang terus menerus dilakukan hanya akan mempercepat masa berlakunya kehidupan di dunia. Kita hanya akan menemui kekosongan-kekosongan tatkala senantiasa berbuat baik. Sebab kesejatian dari segala kebaikan hanya milik Tuhan, menjadi baik sama saja memposisikan diri serupa Tuhan.

"Kebaikan hanyalah fatamorgana dan semua orang adalah musuh yang nyata. Menjadi kejam adalah keharusan."

Maka sejak detik ini berhentilah berbuat baik, karena kau tak punyai alasan untuk hidup dalam kekosongan ini. Tak ada yang berlebihan, tak ada yang salah, semua telah sesuai dengan keinginan terbesar dalam dirimu. Kau tak perlu menjadi Tuhan untuk orang lain dan tak satupun orang berhak kau pertuhankan. Merdekalah!!!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar