Sabtu, 26 November 2022

Aku Belantara dalam Petualangan Hatimu



Perasaan mana yang tidak kita teguk dengan sungguh? Suka duka telah menjelma identitas kisah ini. Sudah betapa sering kita terseok-seok tatkala benturan-benturan mengharuskan kita untuk berjuang hingga aku tahu hatimu ikut berdarah-darah.

Maafkan aku. Tapi memahami cinta memang tak semudah aku mengucapkannya. Meski puisi-puisiku begitu romantis dimata orang-orang, tapi tentu kau lebih tahu bahwa aku selalu gagal memaknainya. 

Aku lelaki sunyi dalam pencarian cinta. Hingga pada waktu yang dijanjikan, kau datang tawarkan sebongkah hatimu yang tulus untuk kucabik-cabik haru. Maafkan aku.

Bertahun-tahun berlalu. Tapi aku masih saja gagal memahamimu, bukan kamu yang salah atau juga aku yang keliru. Barangkali beginilah adanya takdir yang disematkan pada kebersamaan kita.

Jika kelak hatimu semakin gusar dengan pertanyaan-pertanyaan perihal kejelasan cintaku, maka pulanglah pada kedalaman hatimu. Apa yang akan kau temui, itulah yang harus kau lakukan. Sekalipun itu tentang harus mengakhiri kisah denganku.

Berhari-hari airmatamu masih basah, tak ada jemariku disana. Bahkan ia semakin menderas karena aku. Tak ada yang berlebihan, ini benar adanya. Tapi begitu tabahnya engkau, berpaling saja enggan kau lakukan, meski jelas lukamu kian menganga bersamaku. Maafkan aku.


Jika kelak kau tetap kuat dan bertahan meski kian dirajam rasa sakit dariku, maka izinkan aku abadi bersamamu.

Maafkan aku...

Rantaulah ke dadaku kekasih
Ilustrasikan semua kemarahanmu di sana
Resah mana yang tak sempat ku baca
Ingin rasanya berakhir bersamamu
Nestapamu kian menjadi, maka maafkan aku

Catatan ini teruntukmu...




Kamis, 23 Juni 2022

SETELAH KESEDIHANMU USAI, PERASAANKU TEMUI MATI.

 "Berada di dadamu, aku menjelma debar yang barangkali tak kau ingini namun tetap juga kau dibawa berlari kemanapun."


Hari ini, setelah sekian airmata menderas. Tiada kata lagi. Suaramu habis dilahap kecewa juga amarah. Tak lagi menyangkal, yah aku salah. Tapi adakah kita harus berulang kali terjebak pada paham-paham liar, yang memandang cinta pada sebatas keindahan saja. Tak bisakah kau temui cinta yang teramat dalam dari perjuanganku hari ini?

Aku tau kecewa. Bagiku itu kenyataan yang harus ku terima. Tujuan membuatmu terbebas dari dilema berkepanjangan yang telah membunuh rasa percayamu, eh malah membuatmu ingin mati saja hari ini.


Tapi apapun itu terima kasih atas semuanya...


Senin, 18 April 2022

Cinta Haruslah Kedamaian

 Perjalanan manusia dalam mengarungi ketidakteraturan hidupnya adalah mencari keabadian cinta-Nya. Namun cinta itu sendiri melahirkan dua jalan, baik lahir secara internal (dari dalam diri sendiri) atau bersumber dari objek eksternal (dari orang lain). Sehingganya cinta diperluas dalam dua sikap yang berbeda namun juga sekaligus sama, mencintai dan dicintai.

Memahami cinta tak semudah menerjemahkan cinta. Kita dapat dengan begitu mudahnya menerjemahkan cinta dalam sikap mencintai, akan tetapi tidak begitu khatam dalam memahaminya. 



Perjalanan cinta yang telah banyak dikisahkan oleh para pengagumnya selalu saja digambarkan sebagai satu bentuk sikap lugas dalam memperjuangkan. Perjuangan cinta adalah sama halnya dengan mengorbankan segalanya sebagai upaya mewujudkan sikap mencintai. Ketika seseorang benar-benar telah jatuh cinta maka segalanya hanyalah untuknya (objek yang dicintai) dan bukan lagi berharap lebih untuk keuntungan dirinya sendiri. Sehingganya cinta melahirkan kedamaian bagi dirinya karena segala hasrat perasaan untuk memperjuangkan sesuatu yang ia cintai telah terpenuhi.

Maka adalah satu ketidakwajaran jika seseorang yang katanya mencintaimu namun terus menorehkan luka padamu. Namun juga segala sikap yang diperoleh dalam mencintai atau  pun dicintai tak selamanya dihadapkan dengan kebahagiaan pada jalan menuju kedamaian. Melainkan sebuah jalan dalam arena peperangan antara rasa dan realitas. Akan tetapi kepercayaan atas cinta akan selalu berakhir dengan kedamaian bagi para pecinta.


Selamat jatuh cinta....