Senin, 18 April 2022

Cinta Haruslah Kedamaian

 Perjalanan manusia dalam mengarungi ketidakteraturan hidupnya adalah mencari keabadian cinta-Nya. Namun cinta itu sendiri melahirkan dua jalan, baik lahir secara internal (dari dalam diri sendiri) atau bersumber dari objek eksternal (dari orang lain). Sehingganya cinta diperluas dalam dua sikap yang berbeda namun juga sekaligus sama, mencintai dan dicintai.

Memahami cinta tak semudah menerjemahkan cinta. Kita dapat dengan begitu mudahnya menerjemahkan cinta dalam sikap mencintai, akan tetapi tidak begitu khatam dalam memahaminya. 



Perjalanan cinta yang telah banyak dikisahkan oleh para pengagumnya selalu saja digambarkan sebagai satu bentuk sikap lugas dalam memperjuangkan. Perjuangan cinta adalah sama halnya dengan mengorbankan segalanya sebagai upaya mewujudkan sikap mencintai. Ketika seseorang benar-benar telah jatuh cinta maka segalanya hanyalah untuknya (objek yang dicintai) dan bukan lagi berharap lebih untuk keuntungan dirinya sendiri. Sehingganya cinta melahirkan kedamaian bagi dirinya karena segala hasrat perasaan untuk memperjuangkan sesuatu yang ia cintai telah terpenuhi.

Maka adalah satu ketidakwajaran jika seseorang yang katanya mencintaimu namun terus menorehkan luka padamu. Namun juga segala sikap yang diperoleh dalam mencintai atau  pun dicintai tak selamanya dihadapkan dengan kebahagiaan pada jalan menuju kedamaian. Melainkan sebuah jalan dalam arena peperangan antara rasa dan realitas. Akan tetapi kepercayaan atas cinta akan selalu berakhir dengan kedamaian bagi para pecinta.


Selamat jatuh cinta....